6/18/2008

Mother Theresa Mengisahkan ...


Pada suatu sore, kami keluar rumah sebentar untuk berjalan-jalan. Waktu pulang, kami membawa serta empat orang gelandangan, satu diantara mereka dalam keadaan yang sangat parah.
Saya mengatakan kepada suster-suster :”Rawatlah tiga yang lain, aku akan merawat yang paling parah ini.” Lalu aku perbuat padanya apa saja yang masih mungkin, yaitu apa yang dapat kucurahkan dari cintaku, kubaringkan dia di ranjang, dan kulihat seutas senyuman yang sangat manis tersungging di bibirnya. Ia memegang tanganku erat-erat, sambil mengucapkan satu-satunya kata yang terakhir :”Terima kasih.” Lalu ia menghembuskan nafasnya yang terakhir, ia mati.
Sesudah itu aku tidak dapat berbuat lain dari pada merenungkan kembali kejadian itu dan berusaha mawas diri, dalam hati aku bertanya, seandainya aku yang mengalami nasib serupa, apa yanag akan kukatakan ? Dan jawabanku ialah, saya tentu berusaha minta dikasihani, memikirkan diri sendiri dan mengeluh aku lapar, aku akan mati, aku kedinginan, aku sakit atau kata-kata manja lainnya semacam itu. Sedangkan orang itu memberikan saya jauh lebih banyak, ia memberikan padaku cintanya yang terakhir, yang penuh ucapan syukur, dia menghembuskan nafas yang terakhir dengan senyuman manis di bibirnya, padahal badannya sudah separuh digerogoti cacing ketika kubawa masuk. Dia berkata :”Aku biasanya hidup seperti binatang di jalan-jalan, tetapi kini aku akan mati seperti malaikat, dicintai dan diperhatikan.”
Betapa mengena di hati, kalau menyaksikan keagungan manusia yang dalam situasi sedemikian kritis, masih dapat mengucapkan kata-kata seperti itu, yang dengan pasrah menerima kematiannya tanpa mempersalahkan siapa-siapa, tanpa mengutuk siapapun dan tidak membanding-bandingkan nasibnya dengan nasib orang lain. Itulah kebesaran jiwa orang-orang bersahaja.
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Mat 25: 40)

Sumber : Ibu Theresa, Karya dan Orang-orangnya
Oleh : Yohanes Bosko Beding SVD

Tidak ada komentar: