(Disari dari buku : Catholic for a Reason II, by Dr. Scott Hahn)
7/24/2015
BUNDA RATU
(Disari dari buku : Catholic for a Reason II, by Dr. Scott Hahn)
5/20/2015
MARIA DAN PENTAKOSTA
9/25/2014
MARIA ORANG YANG PEKA DAN TANGGAP TERHADAP BIMBINGAN ROH KUDUS
KUASA DOA ROSARIO
Read more .....
BUNDA MARIA BUNDA CAHAYA
Pada tahun 1676, di Mexico ada suatu cahaya aneh yang timbul hampir setiap malam di sebuah ruangan dari rumah yang sudah ditinggalkan, di desa orang-orang Indian yang bernama Guatzindeo. Desa itu merupakan bagian dari Hacienda San Buenaventura, dan si pemilik tanah yang bernama Don Antonio Martin Tamayo merasa berkewajiban untuk mencari penyebabnya.
Mula-mula ia mengirim para pelayannya, tetapi mereka selalu pulang dengan tangan kosong, dan selalu mengatakan bahwa di sana tidak ada cahaya maupun api. Lalu ia sendiri pergi bersama dengan seorang imam Fransiskan untuk menyelidikinya.
Dalam gubuk itu ia menemukan banyak sampah-sampah, tetapi di bawah sampah-sampah itu mereka menemukan sepuah patung Bunda Maria yang menggendong Kanak-Kanak Yesus yang sudah sangat rusak. Don Antonio membawa patung itu ke Hacienda dan kemudian mengirim patung itu kepada Patzcuaro untuk diperbaiki.
Setelah selesai dan dikembalikan, tampak keindahan yang luar biasa dari patung itu, sehingga keluarga Tamayo itu mendirikan sebuah kapel, dan menempatkan patung itu di situ. Kapel itu terbuka untuk umum bagi yang ingin berdoa dan menghormatinya di situ. Karena cahaya aneh yang menyebabkan patung itu ditemukan, maka patung itu dinamakan “Bunda Maria Bunda Cahaya”.
Setiap tahun pada musim hujan, patung wasiat tersebut dibawa dari kapel ke Salvatierra, di mana orang-orang memohon hujan yang cukup agar dapat menghasilkan panen yang berlimpah-limpah. Bunda Maria Bunda Cahaya juga dimohon pertolongannya pada saat penyakit epidemi mewabah, dan selalu ada hasilnya.
Ketika Uskup Don Juan de Ortega Montanes dari Valladolid, Spanyol, datang berkunjung ke Mexico, ia sedang sakit ketika lewat Salvatierra. Karena ia seorang yang sangat berdevosi kepada Bunda Maria, Uskup itu lalu mempersembahkan Misa di altar Bunda Maria di Gereja Maria Bunda Karmel, di mana patung wasiat itu diletakkan. Selama misa, Uskup yang sakit ini berjuang melawan kelemahannya, tetapi ketika misa selesai, ia merasakan suatu dorongan kekuatan yang menjamahnya sehingga ia merasakan kesehatan dan pemulihan tenaga. Ia menikmati atas kesembuhannya yang cepat itu dan memberikan kesaksian bahwa kesembuhannya itu adalah merupakan keprihatinan Bunda Maria Bunda Cahaya. Banyak mukjizat yang terjadi sehubungan dengan patung wasiat suci tersebut.
Patung itu pernah satu kali rusak berat ketika di bawa ke Salvatierra untuk novena sembilan hari. Ketika patung itu dibawa dengan usungannya melalui pintu masuk, kepala patung itu terbentur pada kusen pintu dan terlihat cacat yang dalam pada bagian wajahnya.
Setelah mempelajari kerusakan itu, banyak yang mengatakan dengan sedih bahwa kerusakan itu tidak dapat diperbaiki lagi. Tetapi tiba-tiba ada seorang laki-laki maju dari kerumunan orang banyak itu dan menawarkan diri untuk memperbaiki kerusakan patung itu, dan ia mengatakan bahwa ia adalah seorang pemahat yang cukup berpengalaman.
Si pemahat itu tiba pagi-pagi di keesokan-harinya dan segera mulai bekerja. Pada saat pagi menjelang siang hari, ia ditawari makanan dan minuman, tetapi ia menolak. Pada siang hari, ia lagi-lagi menolak untuk makan, sore harinya ia mengumumkan bahwa ia telah selesai memperbaiki patung itu, tetapi patung itu tidak boleh disentuh sampai catnya kering. Ia lalu pergi tanpa dibayar, dan ia tak pernah datang kembali.
Meskipun sudah dengan beberapa penyelidikan, identitas si pemahat tersebut tidak pernah diketahui. Karena patung itu tidak menunjukkan sedikitpun tanda-tanda bekas kerusakannya, maka identitas si pemahat yang misterius itu menjadi bahan pembicaraan banyak orang, siapakah dia itu sebenarnya.
Read more .....
SALAM YA RATU
“Salam ya Ratu, Bunda Kerahiman, Kehidupan, Penghibur, dan Pengharapan kami......” Berapa kali kita mendoakannya pada akhir Doa Rosario, doa ini berasal dari abad pertengahan dan ada legenda tentang asal-usul doa tersebut.
Pada suatu pagi, seorang rahib membuka pintu biara pada waktu subuh, ia melihat keluar dan gembira atas hari yang baru. Lalu matanya tertuju pada depan pintu, di sana tergeletak sesuatu. Ketika ia mau mengambilnya, ia mendengar ada suara bayi, “Apakah ini seorang bayi ?” pikirnya. Ketika ia membuka tutupnya, benar ia melihat seorang bayi, cepat-cepat ia membawa masuk ke dalam rumah biara. Ia merasa sangat kasihan kepada sang ibu yang terpaksa harus meninggalkan bayinya dengan cara demikian, dan si rahib berdoa dalam hatinya bagi sang ibu tersebut. Ketika selimut dan pakaiannya dibuka, ternyata bayi itu laki-laki, dan kemudian hari ternyata anak laki-laki itu lumpuh.
Rahib itu kemudian memanggil teman-temannya yang lain dan mereka mengambil keputusan untuk menjaga anak itu sampai ada orang yang mencarinya nanti. Tetapi hal ini tidak pernah terjadi, tidak pernah ada orang yang datang mencari anak bayi itu. Para rahib memberi nama anak itu Herman dan lambat laun ia dikenal dengan sebutan Herman si Lumpuh.
Tahun demi tahun berlalu dan anak itu menjadi besar di biara, para rahib mengajar dan mendidik dia dengan baik. Ia dididik untuk menjadi seorang guru matematika dan ternyata ia sangat pintar. Ia juga tidak pernah merasa menderita atau merasa malu karena kelumpuhan yang dideritanya, padahal ini merupakan sumber rasa sakit yang luar biasa pada tulang belakangnya sepanjang hidupnya. Ia selalu merasa gembira, sukacita dan ramah terhadap sesamanya, bekerja keras, dan sangat produktif. Semua rahib di biara sangat mengaguminya, sedemikian mengaguminya, sehingga pada saat menjelang akhir hidupnya, mereka membicarakan hidup spiritualitasnya yang tinggi itu dan mereka bertanya-tanya apa rahasia yang mendorong dia bisa hidup dengan spiritualitas yang demikian tinggi itu. Lalu ia mengambil pena dan kertas, kemudian menuliskannya : “Salam ya Ratu, Bunda Kerahiman, kehidupan, penghibur dan pengharapan kamil. Kepadamu kami memohon, kami berkabung dan menangis dalam lembah air mata ini. Pembicara kami yang manis, matamu yang penuh kerahiman menatap kepadaku. Setelah peziarahan ini, tunjukkanlah kepadaku, Yesus Buah Tubuhmu Yang Terpuji itu, oh ibu yang murah hati, yang penuh cinta kasih, oh Perawan Maria yang manis.”
Itulah legenda tentang Herman si lumpuh dan asal-usul doa yang indah itu, tak heran mengapa doa ini dipilih sebagai penutup Doa Rosario. Ini mengandung semua permohonan, penghiburan, rasa syukur dan harapan yang Herman alami melalui Bunda Maria. Ia telah memulai hidupnya tanpa keluarga, dan tanpa rumah serta kesehatannya dalam kelumpuhannya. Tetapi ia mempunyai iman untuk memohon pertolongan pada Bunda Maria. Ketika ia memberinya tanpa batas, ia bersyukur sekali dengan hidupnya yang penuh suka cita yang menggambarkan rasa syukurnya itu. Devosinya yang besar kepada Bunda Maria dibalas ketika ia menghembuskan nafasnya yang terakhir dari peziarahannya di dunia ini berakhir.
Bunda Maria, ingatlah pada kami, kami tidak mengklaim kemuliaan seperti kepunyaanmu, tetapi tinggallah bersama kami, ketika kami berjuang hingga pada harinya ketika rahmat membebaskan kami dari hidup kedosaan ini, yang akan membawa kami kepadamu dan kepada Tuhan kita. Berkatilah kami, oh Bunda, bawalah kami kepadamu dan kepada Tuhan kita, berkatilah kami ya Bunda, Amin.
Read more .....
BUNDA PENOLONG ABADI
ROSARIO DOA KEMENANGAN
Read more .....
DIPERCAYAKAN KEPADA BUNDA MARIA
Semasa perang, aku adalah seorang imam bagi angkatan bersenjata. Pada suatu hari, pada saat serangan kilat atas sebua kota di mana kami bermarkas, setiap gedung rata dengan tanah, tak sebuah rumahpun yang masih berdiri.
Ketika serangan berhenti, aku dan dua orang prajurit lainnya, keduanya bukan orang Katolik, berjalan di desa sekitarnya untuk melihat seberapa berat kerusakan yang disebabkan oleh serangan tersebut. Tak ada yang tersisa, di sekitar kami tak ada apa-apa kecuali puing-puing. Lalu kira-kira dua mil di luar kota, kami melihat sebuah rumah berlantai dua yang masih dalam kondisi sempurna, dii samping kerusakan-kerusakan di sekeliling rumah itu, sebuah kaca jendelapun tidak ada yang pecah, sungguh aneh.
Kedua prajurit itu berseru : ”Ini luar biasa ! Mari kita masuk menyelidikinya !”
Lalu kami membuka pintu rumah itu, dan kamipun masuk ke dalam, kecuali debu yang bertebaran di mana-mana, segala sesuatu yang ada di situ masih tetap seperti pada tempatnya, seperti baru saja ditinggalkan penghuninya.
Kami lalu memeriksa dari satu ruangan ke ruangan lainnya, memasuki setiap ruangan, segalanya tetap pada tempatnya. Lalu di salah satu ruangan, kami menemukan sebuah patung Bunda Maria dengan vas bunga berisi bunga-bunga yang sudah layu di kedua sisinya, dan sebuah surat di depannya.
Aku lalu membuka surat itu dan membacanya, isi surat itu berbunyi : “Bunda Maria yang tercinta, kami terpaksa meninggalkan rumah kami ini, tetapi kami mempercayakannya ke dalam tanganmu ya Bunda, kami mohon jagailah dan jagalah untuk kami.”
Kedua prajurit itu terheran-heran dan berkata : “Ini suatu mukjizat !” Lalu kami bertiga berlutut di hadapan patung Bunda Maria dan bersama-sama berdoa mohon perlindungan dari Bunda Maria.
Salah satu dari prajurit itu begitu terkesan dengan peristiwa itu, sehingga ia minta untuk diajari tentang agama Katolik, yang kelak kemudian hari aku sangat berbahagia menerimanya dan membaptisnya dalam Gereja Katolik.
Read more .....
TIGA KALI SALAM MARIA
Read more .....
6/25/2013
LOUIS-MARIE GRIGNION DE MONTFORT
Read more .....
12/07/2012
AKU INI HAMBA TUHAN
KABAR MALAIKAT KEPADA MARIA
Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." (Luk 1:28). Kekharitomene (Yn), artinya “yang dikaruniai”, kata yang dipergunakan dalam Injil ini mempunyai makna khusus : yang terkasih dan yang paling disukai. Orang lain telah dikasihi, dipilih dan menjadi orang yang paling disukai, tetapi dalam hal ini semua atribut ini menjadi milik Maria.







