8/29/2008

KESETIAAN

Ada tiga perumpamaan dalam Matius 25, yang menyatakan kepada kita bagaimana menantikan Kristus yang akan datang kembali, yaitu dengan sikap siap siaga yang aktif. Perumpamaaan pertama, “kesepuluh gadis pengiring pengantin”, adalah perumpamaan yang sangat indah tentang kesetiaan.

Kesepuluh gadis mengikuti kebiasaan masyarakat yang menunggu kedatangan pengantin laki-laki sepanjang malam, yang akan diiringi masuk ke dalam rumahnya. Pengantin laki-laki terlambat datang, sesuatu yang tidak mengejutkan siapapun, karena sering terjadi. Pengantin perempuan tidak disebut, mungkin akan “pembaca Injil” temukan pada akhir perumpamaan, bahwa tidak ada orang lain, kecuali diri mereka sendiri.

Pada saat matahari terbenam, semuanya menjadi gelap dan orang tak bisa berbuat apapun (Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja. - Yoh 9 : 4). Tak ada pekerjaan lain selain mengusahakan hati, supaya tetap setia : minyak akan dibutuhkan supaya api tetap menyala dan berkobar. (TUHAN, Allah kita, telah mengikat perjanjian dengan kita di Horeb. Bukan dengan nenek moyang kita TUHAN mengikat perjanjian itu, tetapi dengan kita, kita yang ada di sini pada hari ini, kita semuanya yang masih hidup. - Ul 5 : 2-3)

Di bab ini maupun di tempat lain, Injil menunjukkan kepada kita, bahwa dibutuhkan lebih dari pada pertobatan dan antusiasme untuk bisa bertahan ("Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu – 7 : 24). Menjaga supaya selalu ada cadangan minyak, berarti mengambil langkah untuk bertahan dalam panggilan kita. (sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka – Mat 25 : 4)

Ada orang yang mengatakan, bahwa Matius telah menempatkan perumpamaan ini di sini untuk menghibur orang-orang Kristen perdana, karena setelah lama menantikan Kristus datang kembali, mereka tidak melihat tanda-tanda bahwa Kristus akan segera datang lagi. Suatu kesalahan ! Yesus berbicara kepada semua orang beriman sepanjang zaman. Bagi mereka itulah kesetiaan menjadi suatu beban : “Saya tidak tahu sepenuhnya apa yang saya janjikan.”

Disitulah letak keagungan kesetiaan, tidak bisa diketahui lebih dulu, dan dengan iman kita mengulurkan tangan kepada Allah adalah suatu lompatan ke dalam sesuatu yang tidak dikenal. Hanya lewat ketabahan, kita bisa selamat (Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat - Mat 24 : 13), dengan kata lain, kita harus menemukan diri kita sendiri.

Tuhan menuntut kesetiaan dan ketabahan dari kita yang telah Ia pilih, itulah caranya kita menyelamatkan dunia yang sedang mencari kebenaran di mana-mana, dan banyak dari mereka tidak tahu kepada Tuhan manakah mereka akan menyerahkan diri.

(Kitab Suci Komunitas Kristiani – Edisi Pastoral Katolik)

Tidak ada komentar: