9/12/2008

SUKU LEWI

Pada jaman Abraham setiap kepala keluarga adalah “imam” bagi kelompoknya. Ia sendiri bertanggung jawab untuk mempersembahkan kurban-kurban (Firman TUHAN kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati." Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua. - Kej 15, 9-10) dan upacara-upacara kudus (Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya. - Kej 28, 18).

Ia juga memberi berkat atas nama Allah (Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia - Kej 27, 27)

Mungkin, Musa mengangkat beberapa orang yang bertanggung jawab mengajarkan hukum-hukum Yahweh kepada Israel. Kelompok yang disebut suku LEWI, mungkin dahulu adalah suatu suku pejuang, yang diberi tugas mengajar ini. Dalam peristiwa Anak Lembu Emas, mereka mendukung Musa mengembalikan tata tertib. Namun para kepala keluarga maupun para imam terus membuat perayaan tanpa hukum atau kontrol (Hak 17).

Daud dan Salomo menciptakan kelompok “klerus Yahudi” (Semua orang Lewi yang dicatat oleh Musa dan Harun dengan para pemimpin Israel menurut kaum-kaum yang ada dalam puak-puak mereka, yakni orang-orang yang berumur tiga puluh tahun ke atas sampai yang berumur lima puluh tahun, setiap orang yang wajib melakukan pekerjaan jabatan di Kemah Pertemuan dan pekerjaan pengangkatan barang, Bil 4, 46-47). Sejak saat itu hanya pria dari suku Lewi yang bisa menjadi imam.

Dalam kitab Tawarikh, kelompok Lewi ini ditugaskan sebagai pemusik dan penyanyi : Para imam telah siap berdiri pada tempat mereka. Begitu pula orang-orang Lewi telah siap dengan alat-alat musik untuk memuliakan TUHAN, yakni alat-alat musik yang dibuat raja Daud untuk mengiringi nyanyian syukur bagi TUHAN: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!" setiap kali mereka ditugaskan Daud menyanyikan puji-pujian. (2 Taw 7, 6)

Dan menurut peraturan Daud, ayahnya, ia menetapkan rombongan para imam dalam tugas jabatan mereka, dan orang-orang Lewi dalam tugas menyanyikan puji-pujian dan menyelenggarakan ibadah di hadapan para imam, setiap hari menurut yang ditetapkan untuk hari itu (2 Taw 8, 14)

Mungkin baru pada masa pembaruan Yosa dibuat perbedaan di antara orang-orang Lewi, mereka yang tergolong tingkat atas disebut IMAM, sedangkan mereka yang tergolong tingkat bawah disebut “orang-orang Lewi” (Berkatalah imam besar Hilkia, kepada Safan, panitera itu: "Telah kutemukan kitab Taurat itu di rumah TUHAN!" Lalu Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan, dan Safan terus membacanya - 2 Raj 22, 8)

Mereka yang kembali ke Yerusalem atas perintah Yosa dan dilarang bertugas memimpin di Bait Allah mungkin merupakan “orang-orang Lewi” pertama yang tergolong tingkat bawah, sedangkan kelompok klerus di Yerusalem mendapat peneguhan atas privilese-privilese mereka.

Mereka yang disebut “Imam” Bait Allah mulai membentuk suatu “kelompok elit” dan untuk membedakan diri mereka dalam suku Lewi, mereka menganggap diri mereka keturunan langsung dari Harun, saudara Musa.

Kitab Ulangan secara fiktif mengaitkan seluruh susunan ini dengan Musa sendiri. Orang-orang Lewi mewakili anak-anak sulung Israel, yaitu mereka yang diselamatkan Yahweh dalam peristiwa Paskah pertama, ketika anak-anak sulung bangsa Mesir mati, mereka diselamatkan oleh Yahweh, sejak saat itu mereka menjadi milik Allah.

Di Israel setiap laki-laki yang lahir dalam suku Lewi adalah imam dengan sendirinya, selain itu setiap keluarga dalam suku itu diperuntukkan bagi pelayanan. Inilah ajaran yang bisa kita simak dari penjelasan pengadaan sensus atas suku Lewi. Orang-orang Lewi ditahbiskan untuk melayani Allah seumur hidup (dan juga putra-putranya), kehadiran mereka adalah suatu peringatan bagi Israel, bahwa mereka adalah suatu umat yang ditetapkan untuk melayani Allah.

Kelompok klerus Israel ini masih mempunyai peranannya di Bait Allah pada jaman Kristus, tetapi sejak awal Gereja merasa bebas dari imamat suku Lewi, bagi Gereja tidak ada lagi suatu “Rumah Allah” di antara rumah-rumah masyarakat (Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." - Yoh 2,19) & (Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu. - Why 21, 22). Yesus adalah Bait Allah yang baru, dalam Dialah seluruh kepenuhan ke-Allah-an (Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, - Kol 2, 9)

Sejak saat itu Gereja tidak lagi membutuhkan suatu kelompok klerus yang menjamin pelayanan di Bait Allah, Gereja tidak lagi membutuhkan “orang-orang Lewi”, yang dibutuhkan Gereja sekarang ialah “pelayan-pelayan” yang memberikan pelayanan-pelayanan yang berbeda dan menjamin perkembangan seluruh Tubuh (Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus - Ef 4, 11-12)

(Kitab Suci Komunitas Kristiani – Edisi Pastoral Katolik)

Tidak ada komentar: