9/14/2008

PESTA SALIB SUCI

Kalender liturgi gereja Katolik mengenal beberapa tingkatan prioritas hari-hari liturgi. Yang terutama dari semuanya adalah Tri Hari Suci Paskah. Berikutnya menyusul Natal, Epifani (Penampakan Tuhan), Kenaikan dan Pentakosta. Diluar hari-hari yang secara khusus disebutkan, termasuk yang tersebut di atas, secara umum ada tiga kategori besar, berturut-turut mulai dari yang terutama, yaitu Hari Raya (Solemnitas), Pesta (Festum) dan Peringatan (Memoriae). Pesta Salib Suci, sesuai namanya, termasuk kategori yang kedua, pesta atau festum, yang wajib dirayakan oleh semua gereja Katolik.

Pesta Salib Suci yang dalam kalender liturgi gereja Katolik disebut “In Exaltatione Sanctae Crusis” dirayakan tiap tahun pada tanggal 14 September. Pesta ini seperti juga banyak perayaan liturgi yang lain, berawal dari Yerusalem. Ditemukannya salib asli Kristus oleh Santa Helena, ibu kaisar Romawi, Konstantin-lah yang mengawali tradisi pesta ini. Sejarah mencatat bahwa setelah penemuan salib asli Kristus, sebuah Basilika didirikan oleh Santa Helena di atas Makam Kudus Kristus. Basilika itu lalu diberkati dalam suatu perayaan yang sangat meriah dan khidmat selama dua hari berturut-turut, pada tanggal 13 dan 14 September 335. Pemberkatan dirayakan oleh para uskup yang baru selesai mengikuti Konsili Tirus, ditambah dengan sejumlah besar uskup yang lain.

Tradisi berlanjut dan setiap tahun dirayakanlah Pesta Salib Suci di Yerusalem. Kekhidmatan perayaan ini menarik sejumlah besar biarawan dari Mesopotamia, Syria, Mesir dan dari provinsi-provinsi Romawi lainnya untuk datang ke Yerusalem. Setiap tahunnya tidak kurang dari 40 uskup menempuh perjalanan jauh dari dioses mereka untuk menghadiri perayaan ini. Di Yerusalem pesta ini berlangsung selama 8 hari berturut-turut, dan pada masa itu pesta ini menjadi suatu perayaan yang hampir sama pentingnya dengan Paska dan Epifani. Pesta kemudian menyebar ke luar Yerusalem, mulai dari Konstantinopel (sekarang Istanbul) sampai ke Roma pada akhir abad ketujuh, dan akhirnya masuk ke dalam kalender liturgi gereja Katolik sebagai suatu pesta wajib.

Pada hari ini kita merayakan rasa syukur serta cinta kasih kita kepada Yesus melalui penghormatan kita kepada salib. Dulu salib merupakan lambang kehinaan yang paling mengerikan. Para penjahat yang dihukum mati dengan pedang diselamatkan dari “kehinaan” salib. Yesus memilih untuk melakukan pengorbanan yang paling besar untuk memperoleh keselamatan bagi kita, Ia memilih penderitaan salib. Bersama dengan penderitaan-Nya itu, Ia juga dihinakan.

Sejak itu Salib menjadi lambang Kristiani yang paling suci. Tubuh Yesus yang menderita di atas salib kita sebut Corpus. Salib didinding kamar kita atau salib sebagai kalung di sekeliling leher kita mempunyai arti yang amat pentig. Salib itu mengingatkan kita bahwa Yesus telah membayar lunas harga kita.

Umat Kristiani senantiasa menghormati serta mencintai lambang salib. Kata “salib” juga dapat berarti penderitaan yang datang menimpa kita. Jika kita menerima penderitaan-penderitaan tesebut dengan cinta dan kesabaran seperti Yesus menerima salib-Nya, kita telah rela “memanggul salib” seperti Yesus.

Kami menyembah Dikau ya Yesus serta memuji-Mu, sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia.

Tidak ada komentar: