6/11/2008

Peristiwa di Lourdes 150 Tahun Lalu

Hujan deras sejak semalaman hingga hari Sabtu (24/5/08) siang lalu tidak menyurutkan langkah rombongan dari seluruh dunia berziarah ke Lourdes. Suasana kian penuh sesak dengan hadirnya rombongan militer dari sejumlah negara di Eropa yang datang berziarah ke sana sana.
Hari-hari ini kota kecil Lourdes lebih ramai peziarah karena bertepatan dengan peringatan 150 tahun penampakan Bunda Maria kepada gadis belia Bernadette Soubirous, 11 Februari 1858. Dalam catatan, dari 11 Februari hingga 16 Juli 1858, Bunda Maria 18 kali menampakkan diri kepada Bernadette. Penampakan itu membuat kota kecil Lourdes di kaki pegunungan Pyrenees-Perancis barat daya, yang hanya desa pertanian relatif miskin, berubah menjadi tempat peziarahan terkenal di dunia. Hanya kalah ramai dibandingkan Vatikan-Roma. Tujuh hingga delapan juta peziarah dari seluruh dunia datang ke Lourdes yang hanya berpenduduk 17.000 jiwa itu. Puncak ziarah pada bulan Mei dan Oktober, yang oleh Gereja Katolik sengaja ”dipersembahkan” untuk Bunda Maria. Tua-muda, besar-kecil, sehat-sakit, normal-cacat, maupun mereka yang terpaksa ditandu, didorong dengan kursi atau tempat tidur beroda, berziarah bersama.
Bernadette Soubirous, yang kemudian menjadi seorang biarawati Tarekat Suster-suster Charitas (Cinta Kasih), meninggal tahun 1879 di Nevers, Perancis tengah. Namun, tubuhnya tetap utuh. Tiga kali tubuh Bernadette diangkat, yaitu tahun 1909, 1919, dan 1925, dan tetap utuh. Sejak 3 Agustus 1925, tubuh Bernadette dibaringkan di peti kaca diletakkan dekat kapel Biara Charitas di Nevers. Ia seperti tidur dalam kedamaian. Keutuhan tubuh Bernadette diyakini sebagai salah satu mukjizat. Patrick Theillier, dokter Perancis pada biro kesehatan di Lourdes, menjelaskan, ada 7.000 penyembuhan yang dilaporkan ke biro. Dan ada 2.300 penyembuhan yang sulit dipahami secara medis. Namun, Gereja Katolik tetap berhati-hati dan memerlukan penyidikan, termasuk atas mukjizat dan penyembuhan. Penyelidikan antara lain dengan membongkar kembali makam Bernadette serta meneliti mukjizat penyembuhan. Gereja akhirnya mengakui penampakan dan 66 mukjizat dari Lourdes. Pengakuan Gereja Katolik itu dikuatkan dengan dogma (ajaran resmi gereja) yang mengakui Maria sebagai Dikandung Tanpa Dosa (Immaculata). Dalam pertemuan ke-16 pada 25 maret 1858, Bunda Maria menyatakan, ”Akulah yang dikandung tanpa noda itu” (Que Soy era Immaculada Conceptiou, atau I am The Immaculate conception) dan diulangi Bernadette saat ditanya tokoh umat dan pejabat gereja Katolik.
Ada empat dogma terkait dengan Bunda Maria. Pertama, Bunda Maria sebagai Bunda Allah (Theotokos), dimaklumkan dalam Konsili Efesus tahun 431. Kedua, Bunda Maria Tetap Perawan, dimaklumkan dalam Sinoda Lateran tahun 649. Ketiga, Bunda Maria Dikandung Tanpa Dosa, dimaklumkan Paus Pius IX tanggal 8 Desember 1854. Keempat, Bunda Maria diangkat ke Surga, dimaklumkan Paus Pius XII pada 1 November 1950.
Kini, di grotto (goa) yang menjadi tujuan utama peziarah berdoa dibangun Basilika Rosario tahun 1883. Basilika dengan dua kapel di atasnya itu selesai pada tahun 1901. Peristiwa Lourdes sudah 150 tahun lampau, tetapi para peziarah terus berdatangan.

Sumber : Tonny D Widiastono dari Lourdes (Kompas, 7-Jun-08)

Tidak ada komentar: