1/11/2012

RAGI ORANG FARISI

Lalu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga. (Mrk 8:11)

Orang-orang Farisi tentu mengerti siapa Yesus, tetapi hati mereka degil (degil = keras kepala/kepala batu), tidak mau percaya karena kesombongan mereka, mereka iri hati, menganggap diri mereka lebih berpendidikan, lebih menguasai hukum-hukum agama, terlebih mereka merasa lebih taat dalam melaksanakan hukum Taurat, mereka juga takut disaingi, dsb. Mereka tidak melihat buah pewartaan dan perbuatan Yesus, mereka tidak melihat orang-orang yang telah menemukan harapan dan iman atau bagaimana Allah menyelamatkan orang miskin.
Dalam Injil, Yesus menentang orang-orang Farisi. Mereka merupakan suatu perkumpulan orang yang terhormat dan berkuasa, kelompok yang paling menonjol dalam masyarakat Yahudi, namun mereka selalu melawan Yesus. Orang-orang Farisi adalah orang-orang yang religius dalam arti tertentu, yang selalu ada dan masih ada. Jika Yesus sekarang hadir di antara kita, tentu Ia juga akan menentang beberapa perkumpulan dalam Gereja yang berkuasa. Salah satu hal yang keliru, yang diyakini banyak orang Kristen yaitu mengukur tingkat kerohanian seseorang dari banyaknya aktifitas pelayanan, orang yang sibuk melayani di gereja atau persekutuan dianggap semakin rohani.
Orang Farisi rela melayani Allah, tetapi mereka beranggapan bahwa Allah juga harus mengakui pelayanannya dan harus membalasnya dengan hadiah. Orang Farisi tidak ingin berhutang kepada Allah dan berusaha supaya tidak jatuh ke dalam dosa, karena mereka tidak suka dengan situasi di mana mereka membutuhkan pengampunan Allah. Padahal kita semua perlu mengalami belas kasihan Allah dan mencintai Dia dengan segenap hati, dengan lemah lembut, merasa bersatu dengan orang paling miskin dan dengan orang-orang berdosa. Orang Farisi biasa menyembunyikan kesalahan-kesalahannya di balik suatu penampilan lahiriah yang tak bercela dan dengan demikian mereka menjadi orang yang munafik.
Yesus mengingatkan rasul-rasul-Nya untuk berjaga-jaga dan waspada terhadap semangat orang Farisi (jangan menjadi seperti orang Farisi) tetapi mereka tidak mendengarkan-Nya, mereka lebih memikirkan makanan yang bisa mengisi perut mereka. Yesus takut murid-murid-Nya yang sederhana akan terkesan oleh pengetahuan dan kemasyuran orang-orang Farisi, maka Ia mengingatkan mereka bahwa orang-orang ini membangun suatu agama di atas dasar yang salah. Yesus setuju dengan orang-orang Farisi dalam memahami kitab suci, tetapi Ia tidak setuju dengan semangat dalam diri banyak orang Farisi.
Ragi atau khamir atau fermentasi adalah mikro organisme hidup, yang menjadi satu dalam suatu media, misalnya tepung, biji-bijian, cairan, atau bubuk. Ragi yang diaduk dalam adonan maka adonan tersebut akan berkembang atau menjadi besar, contohnya adonan roti. Ada mikro organisme yang baik untuk adonan, tetapi ada juga mikro organisme yang malah menjadi busuk, seperti halnya sampah, yang dalam beberapa hari akan membusuk sehingga menimbulkan bau busuk, tetapi ragi yang baik yang digunakan untuk mengkhamirkan atau memfermentasi pada makan seperti roti, maka akan membuat roti enak dimakan, ataupun singkong yang dikhamirkan dengan ragi akan enak dan wangi.
Ragi dalam Perjanjian Lama merupakan lambang kecemaran dan kejahatan, ragi juga lambang suatu penghancuran dan pembusukan turun temurun, maka bagi orang Israel ragi adalah kenajisan. Ragi juga lambang suatu pengaruh yang menyusup, yang tersembunyi dan diam-diam, penuh rahasia dan merata, yang berkembang.
Ragi orang Farisi adalah kemunafikan, kelihatan rohani, tetapi busuk, mereka sebenarnya tidak jahat, tetapi berlebihan secara lahiriah dalam menjalankan tradisi keagamaan, misalnya dalam hal puasa, perpuluhan, dsb, tetapi hatinya busuk karena mengesampingkan perintah Allah yaitu kasih.
Ragi Herodes adalah kehidupan kelompok Herodian yang sangat duniawi atau sekuler, tetapi penuh dengan kebencian dan tipu daya politik  (Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak – Mat 22:16-17)
Dalam Perjanjian Baru, ragi juga lambang positif seperti kerajaan Sorga yang berkembang, seperti yang ditulis dalam Injil Matius (Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya – Mat 13:33), sama seperti dengan perumpamaan biji sesawi (Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya – Mat 13:31).
Ragi terdiri dari dua unsur, yaitu mikro organisme hidup, dan media sebagai sarana pembiakan. Kita semua seumpama media itu, dan mikro organisme yang baik adalah Roh Kudus, Sabda Allah, Ekaristi, dan kasih, sedangkan mikro organisme yang buruk/jahat adalah segala yang jahat yang tidak berkenan kepada Allah, a.l. kesombongan, kebencian, iri hati, kecemaran, kerakusan, kemalasan, dsb.
Apabila kita membuka hati membiarkan Roh Kudus untuk memimpin hidup kita, rajin berdoa dan ikut ekaristi, setiap hari membaca Firman, merenungkannya dan melakukannya, maka kita akan menjadi seperti adonan yang berkembang menjadi baik, tetapi jika yang terjadi sebaliknya, maka kita akan berkembang menjadi seperti adonan yang jahat/busuk.
Tanpa disadari, kita sering menjadi seperti orang Farisi (orang Farisi modern) dan Herodian, melakukan “seperti” yang dilakukan oleh orang-orang Farisi ataupun kelompok Herodian, kita rajin ke gereja, pelayanan, tetapi sering iri hati, munafik, pura-pura baik tetapi hatinya busuk, di depan kelihatan baik-baik, di belakang suka menghakimi, juga jatuh dalam kerakusan (rohani), kesombongan (rohani), dsb (Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan ? – 1 Kor 5:6).
Kita harus menjadi adonan yang positif, yang baik dengan menjadi manusia baru, membuang yang lama, sehingga hidup kita menjadi berguna bagi sesama dalam menumbuhkan kehidupan rohani yang benar dan baik, menjadi terang bagi sesama yang masih hidup dalam kegelapan (Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus – 1 Kor 5:7).

-       Menemukan Yesus

Tidak ada komentar: