7/24/2015

ORANG GALATIA YANG BODOH

Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil? (Gal 3:1-2).

Paulus tidak tahu argumen yang lebih kuat untuk mempertobatkan orang-orang kafir dari pada mewartakan Yesus yang disalibkan.
Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? (Gal 3:3) Ayat ini memiliki makna ganda :
Pertama, umat di Galatia telah mengalami bagaimana Roh Kudus bekerja dan juga mukjizat-mukjizat-Nya, tetapi sekarang mereka mau menerima sunat dalam daging.
Kedua, mereka telah mulai dengan kebenaran Tuhan yang ada dalam Kristus, yaitu “Roh”. Sekarang mereka kembali pada adat istiadat Yahudi yang sekalipun dari Tuhan juga, tetapi disesuaikan dengan umat yang masih hidup menurut daging, yaitu mereka yang tidak terpelajar dalam iman dan mereka yang berdosa.
Mereka yang mengganggu umat Galatia mengatakan : “Kalian adalah milik Kristus, tetapi ia adalah keturunan Abraham dan buatlah seperti seorang Yahudi, dengan demikian bersama Kristus kalian akan menjadi putra-putra Abraham.”
Paulus menyatakan, bahwa seseorang adalah anak Abraham atau anak Allah bukan karena dari ras atau keturunan, tetapi bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham. (Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham - Gal 3:7), dan mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu (Gal 3:9).
Hal ini juga yang ia kembangkan dalam surat kepada jemaat di Roma, Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham (Rm 4:16)
Kekudusan atau perdamaian dengan Tuhan,  inilah arti kata kebenaran sebagaimana yang sering digunakan oleh Paulus. (Bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: "Olehmu segala bangsa akan diberkati."  - Gal 3:8)
Janganlah berpikir bahwa hal seperti itu sudah hilang, masih ada banyak orang yang berpikir bahwa mereka adalah orang-orang Katolik, karena mereka merasa telah dilahirkan kembali setelah dibaptis, tetapi mereka lupa bahwa tanpa iman, pembaptisan itu tidak berarti sama sekali.
(Kitab Suci Komunitas Kristiani – Edisi Pastoral Katolik)
-       Transfigurasi Paulus
-       Kasih Yesus

Tidak ada komentar: