10/13/2009

IMAN JALAN KESELAMATAN



Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Rm 3:23). Dua hal yang ditekankan oleh Paulus : pertama, dunia hidup di dalam dosa dan kedua, pengamalan Hukum tidak cukup untuk memperoleh keselamatan. Lalu ia mewartakan Kabar Baik, bahwa Allah telah datang untuk menyelamatkan kita oleh Kristus.
Allah tidak puas dengan keadaan umat menusia sekarang, walaupun umat manusia merasa cukup puas dengan kondisi mereka. Ia memanggil kita untuk mengambil bagian dalam kemuliaan-Nya, yaitu segala sesuatu di dalam Allah yang membuat-Nya begitu agung, bahagia dan kekal. Allah telah menciptakan kita untuk membawa kita kepada persatuan dengan diri-Nya, dan karena manusia tidak dapat mendekati-Nya, Ia sendiri yang datang dan mengulurkan tangan-Nya  dan menjadikan kita orang benar (Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. - Rm 3:21-22).
Dalam Roma 1:17 (Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."), telah dikatakan bahwa ketika Paulus berbicara tentang keadilan Allah, ia berbicara tentang cara Allah menjadikan kita orang kudus, Allah sendiri yang menjadikan kita benar dan kudus. Sekarang menghadapi mereka semua yang berpikir bahwa mereka sudah layak di hadapan Allah karena perbuatan mereka sendiri dan juga karena  melaksanakan semua perintah, maka Paulus berkata, bahwa kekudusan yang sebenarnya harus dikaruniakan kepada kita, sebab tidak ada kebenaran atau kekudusan, selain mengambil bagian dalam kesempurnaan dan cinta kasih yang Allah sendiri miliki (Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. – Rm 3:28).
Paulus mendapat kesulitan dalam menjelaskan misteri keselamatan dengan kata-kata keagamaan pada waktu itu, karena semuanya berhubungan dengan ‘image’ Allah yang keras. Baru saja ia berbicara tentang ‘kebenaran’ Allah, tetapi ia telah menunjukkan bahwa ‘kebenaran’ ini berarti suatu campur tangan Allah oleh belas kasihan-Nya untuk menjadikan kita orang kudus (Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi - Rm 3:20-21).
Ia juga berbicara tentang amarah Allah, tetapi amarah ini mengakibatkan kedatangan sang Penyelamat, Allah telah menjadikan Kristus sebagai korban yang kita perlukan untuk menghapus dosa-dosa kita, tetapi kita tidak dapat berpikir bahwa dalam amarah-Nya Allah menuntut penderitaan dari seorang  korban yang tak bersalah. Allah sendiri yang memberi korban, dan kedatangan Yesus adalah tanda keagungan kasih Allah Bapa (dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. – Rm 3:24-25). Dengan menggunakan beberapa kata, Paulus memberikan arti yang berbeda dan arti yang baru. Cara Allah untuk memulihkan keadilan bukanlah dengan mengutuk tetapi dengan menyelamatkan, oleh cinta kasih Allah menang atas kejahatan sedemikian rupa, sehingga mereka yang tidak pernah mengenal kasih akan diselamatkan.
Banyak orang Yahudi yang telah menjadi orang Kristen berpikir bahwa masih berguna bagi mereka untuk terus melaksanakan perintah keagamaan di dalam Alkitab, misalnya, sunat, hari sabat, upacara pembersihan, dll. (Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; - Kol 2:16) dan mereka  menghendaki supaya orang Kristen lainnya dari latar belakang kafir, juga mengikutinya. Hal ini ditolak oleh Paulus, sebab Hukum memiliki dua aspek, di satu pihak, Hukum itu adalah ajaran Allah demi kehidupan manusia, misalnya bagaimana mengenal Allah, jangan membunuh, dll. Dan di lain pihak, Hukum itu juga adalah hukum orang-orang Yahudi, dengan nilai-nilai Yahudi, upacara-upacara keagamaan, adat istiadat Yahudi, yang tidak sama dengan bangsa-bangsa lain. Tetapi Allah adalah Allah semua bangsa, dan Ia tidak akan memaksa mereka untuk mengabaikan budaya mereka dan hidup seperti orang Yahudi (Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! – Rm 3:29).
(Kitab Suci Komunitas Kristiani – Edisi Pastoral Katolik)

Tidak ada komentar: